Market Review & Outlook : Tanpa Kejutan Bank Sentral, Investor Profit Taking

Tidak adanya kejutan berarti dari kebijakan bank sentral, baikBank Sentral AS maupun Bank Indonesia, membuat investor di pasar regional maupun lokal melakukan aksi profit taking. Dari pasar saham Asia indeks CSI 300 terkoreksi -0.53%,Hang Seng -1.56%,Nikkei 225 -0.67% danKOSPI -1.22%. Pasar Asia menganggapi dingin kebijakan Bank Sentral AS yang mempertahankan suku bunga di level 0.25% serta Bank Sentral Jepang di level -0.1%.

Dari pasar domestic, Bank Indonesia juga mempertahankan 7DRRR di level 4.0%. Selain itu, BI juga menetapkan Lending Facility Rate dan Deposit Facility Rate masing masing di level 4.75% dan 3.25%. Total (PA:TOTF ) Loan di bulang Agustus tumbuh sebesar +1.04% YoY.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (17/9) kemarin terkoreksi -0.40% ke level 5,038 dengan investor asing melakukan aksi jual bersih senilai IDR 404.90 miliar. Adapun saham yang banyak dilepas asing adalah BBCA (JK:BBCA ) (IDR -303.0 miliar), BBNI (JK:BBNI ) (IDR -104.5 miliar) dan BBRI (JK:BBRI ) (IDR -52.0 miliar).

Pasar sahamEropa ditutup negative mengikuti apa yang terjadi di pasar Amerika malam sebelumnya serta pasar Asia. IndeksFTSE 100 terkoreksi -0.47%,CAC 40 -0.69% danDAX -0.36%. Selain itu, data Construction Output yang turun -3.8% YoY di bulan Juli juga membuat investor menjadi pesimis akan pemulihan ekonomi Eropa terutama jika tidak ada nya kesepakatan dagang antara Inggris dan Uni Eropa jelang deadline 15 Oktober mendatang.

Data perumahaan dan ketenaga kerjaan yang dibawah estimasi investor membuat bursa Wall Street kembali tertekan. IndeksDJIA ditutup turun -0.47% ke 27,901, S&P 500 -0.84% ke 3,357 danNASDAQ -1.27% ke 10,910. Housing Starts di bulan Agustus tercatat sebanyak 1.42 juta unit sementara estimasi investor 1.48 juta unit sementara Building Permits sebesar 1.47 juta unit versus estimasi 1.52 juta unit. Selain itu, Initial Jobless Claim juga sebesar 860 ribu aplikasi sementara harapan investor hanya 850 ribu aplikasi.

IHSG Fluktuatif Cenderung Melemah Terbatas (5,000—5,140). IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya berada di level 5,038. Indeks berpotensi melanjutkan pelemahannya setelah belum mampu melewati EMA 50, di mana berpotensi menguji level psikologis 5,000 hingga 4,960. MACD cenderung melemah. Namun jika indeks berbalik menguat dapat menuju resistance level 5,100. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif, dengan kecenderungan melemah terbatas.