Market Review & Outlook : Asing Lepas Saham, IHSG Kembali Terkoreksi

Asing lepas saham, IHSG kembali terkoreksi. Aksi jual asing senilai IDR 852.5 miliar pada perdagangan Rabu (16/9) kemarin menekanIndeks Harga Saham Gabungan hingga terkoreksi -0.83% ke level 5,058. Saham yang banyak dilepas asing rata rata saham perbankan blue chip seperti BBCA (JK:BBCA ) (IDR -506.8 miliar), BBRI (JK:BBRI ) (IDR -82.9 miliar) dan BBNI (JK:BBNI ) (IDR -66.1 miliar). Pasar tampaknya melakukan antisipasi atas kebijakanBank Sentral AS serta Bank Indonesia terkait penetapan suku bunga acuan. The Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 0.25% sementara Bank Indonesia juga diproyeksikan akan mempertahankan 7DRRR di level 4.0%.

Pasar saham Asia ditutup mix pada perdagangan kemarin dimana indeks CSI 300 danHang Seng terkoreksi masing masing -0.66% dan -0.03%,Nikkei 225 naik tipis +0.09% danKOSPI turun - 0.31%. Disamping menanti hasil keputusan Bank Sentral AS, pasar Asia juga meresponi data ekspor impor Jepang dimana Import di bulan Agustus anjlok -20.8% YoY dan Export turun -14.8% YoY.

Pasar sahamEropa sebagian besar ditutup positif kecuali pasar saham Inggris. Ekspektasi atas keputusan penetapan suku bunga acuan Bank Sentral AS dimana the Fed diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga acuan di 0.25% membuat indeksCAC 40 naik +0.13% danDAX +0.29%. IndeksFTSE 100 terkoreksi -0.44% seiring semakin menjadi kenyataan Inggris akan keluar dari Brexit tanpa adanya kesepakatan dagang dengan Uni Eropa. Bahkan European Commission President Ursula von der Leyen menyatakan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dapat melanggar hukum internasional jika tetap tidak ada kesepakatan.

Sesuai harapan investor, Bank Sentral AS memutuskan untuk mempertahankan tingkat bunga acuan di 0.25%. Bahkan Jerome Powell, the Federal Reserve Chairman, menyatakan ada peluang the Fed mempertahankan suku bunga rendah hingga tahun 2023 mendatang seiring dengan rendahnya tingkat inflasi. The Fed akan mentolerir tingkat inflasi diatas 2% selama hal ini dapat mendorong pemulihan ekonomi AS. Awalnya pasar bereaksi positif atas pengumuman ini, namun mulai berbalik arah setelah mengetahui the Fed tidak menambah porsipembelian aset Treasury. Pada penutupan indeksDJIA naik tipis +0.13% sementara S&P 500 danNASDAQ terkoreksi masing masing -0.46% dan -1.25%.

IHSG Fluktuatif Cenderung Melemah Terbatas (5,000—5,140). Sempat dibuka menguat di awal perdagangan kemarin, IHSG akhirnya ditutup melemah berada di level 5,058. Indeks tampak belum mampu melewati EMA 50, di mana berpotensi melanjutkan pelemahannya dan bergerak menuju support level 5,000 hingga 4,960. Namun jika indeks berbalik menguat dapat menguji resistance level 5,140. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif, cenderung melemah terbatas.